Fadli Zon Kunjungi Sejumlah Situs Bersejarah di Sumedang, Dorong Revitalisasi Keraton Sumedang Larang

133 Views

SUMEDANG jwgroupnews – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang dengan mengunjungi empat lokasi bersejarah, yakni Situs Gunung Kunci, Situs Gunung Palasari, Makam Cut Nyak Dien, serta Museum Srimanganti Karaton Sumedang Larang pada Sabtu (17/01/2026).

 

Kedatangan Menteri Kebudayaan RI disambut langsung oleh Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, didampingi para Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, serta sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, serta Kepala Bapperinda Kabupaten Sumedang.

 

Dalam kunjungan tersebut, Sri Radya Karaton Sumedang Larang, H.R. Ikik Lukman Sumadisurya, menyampaikan harapan besar agar pemerintah pusat dapat segera merealisasikan revitalisasi kawasan Keraton Sumedang Larang beserta lingkungan sekitarnya. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Keraton Sumedang Larang masih berdiri secara mandiri dan membutuhkan dukungan konkret dari pemerintah.

 

“Kami berharap revitalisasi keraton dan kawasan sekitarnya dapat segera dibantu dan direalisasikan. Keraton merupakan pusat kebudayaan yang harus diangkat dan dimuliakan kembali,” ujarnya.

 

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Kebudayaan RI ke Sumedang. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi Pemerintah Daerah untuk terus meningkatkan komitmen dalam merawat dan memajukan kebudayaan daerah.

 

Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Sumedang telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda, dengan Keraton Sumedang Larang sebagai simbol penerus Kerajaan Pajajaran.

 

“Kami berkomitmen menjadikan Sumedang sebagai pusat budaya Sunda. Merawat budaya berarti merawat jati diri dan peradaban,” tegasnya.

 

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemerintah pusat memiliki berbagai program revitalisasi museum dan cagar budaya, termasuk dukungan pendanaan melalui Dana Indonesiana serta penguatan kolaborasi dengan pihak swasta dan komunitas.

 

“Keraton dan museum harus menjadi pusat edukasi, pusat sejarah, dan etalase peradaban bangsa. Keraton Sumedang Larang memiliki potensi besar untuk dikenal secara nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

 

Ia juga mendorong penguatan narasi sejarah serta pengembangan museum sebagai destinasi budaya unggulan agar Kabupaten Sumedang tidak hanya menjadi daerah transit, tetapi mampu berkembang sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah.

 

“Gunung Kunci dan Palasari memiliki keterkaitan sejarah dalam konteks Perang Dunia Kedua. Selain itu, Cut Nyak Dien merupakan pahlawan nasional. Ke depan, makam beliau akan kita jadikan cagar budaya nasional. Beberapa situs lain yang memiliki potensi serupa juga akan ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, sekaligus direvitalisasi agar lebih hidup dan bermanfaat,” ungkap Menbud Fadli Zon.

 

Fadli Zon pun mengungkapkan kekagumannya terhadap salah satu mahakarya Keraton Sumedang Larang, yakni Mahkota Binokasih, yang menjadi simbol penting perjalanan sejarah tatar Sunda.

 

“Keraton Sumedang Larang memiliki sebuah masterpiece berupa mahkota emas dengan berat mencapai delapan kilogram. Ini menunjukkan bagaimana di masa lalu kita memiliki peradaban dan kekayaan yang luar biasa. Mahkota ini memiliki sejarah panjang, mulai dari era Kerajaan Pajajaran hingga diserahkan kepada Sumedang Larang sebagai penerus kerajaan pusat di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya,” tuturnya.

 

Kunjungan kerja tersebut disambut antusias oleh Keluarga Besar Kawargian Karaton Sumedang Larang. Salah satunya Sonia Sugian menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Kebudayaan RI menjadi kebanggaan sekaligus harapan baru bagi masyarakat Sumedang.

 

“Saya hadir bukan sebagai anggota DPRD, melainkan sebagai kawargian Karaton Sumedang Larang. Karaton ini adalah ikon utama Sumedang, tempat sejarah, budaya, dan jati diri Sumedang berakar,” ujarnya.

Menteri kebudayaan RI fadli Zon, saat kunjungan kerja ke lokasi bersejarah, yakni situs gunung kunci, situs gunung Palasari, Makan Cut Nyak Dien serta musieum Srimanganti keraton Sumedang Larang, Sabtu (17/1/2025).

Ia berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam meningkatkan fasilitas, program pelestarian, serta publikasi nasional terhadap situs-situs sejarah di Kabupaten Sumedang agar semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

(Red*/Hni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *