Cegah Hoaks, Dosen UNPAM beri Edukasi Literasi Media di Yayasan Roemah Tawon Tangerang

145 Views

KOTA TANGERANG jwgroupnews – Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Yayasan Roemah Tawon, Kota Tangerang, pada Sabtu (18/10/2025).

 

Kegiatan ini mengusung tema “Edukasi Literasi Media sebagai Upaya Pencegahan Hoaks di Era Digital.”

Edukasi literasi media menjadi hal penting di tengah meningkatnya intensitas penggunaan media sosial di masyarakat. Berdasarkan pengalaman anggota Yayasan Roemah Tawon, mereka kini menghabiskan waktu rata-rata tiga jam per hari di media sosial. Bahkan, sebagian mengaku kerap berselancar di dunia maya sejak baterai ponsel penuh hingga akhirnya lowbat. Kondisi ini membuat masyarakat semakin rentan terhadap penyebaran informasi palsu atau hoaks.

 

Kegiatan PKM ini melibatkan enam dosen yakni Parsaoran Gultom, S.Sos, M.I.Kom, Fara Dilla Fairuz, S.I.Kom, M.I.Kom, Nur Azizah Fitrianti, S.S. M.I.Kom, Annisa Khoiruni Hidaya, S.I.Kom, M.I.Kom, Fikran Kamal Hujjaji, S.I.Kom, M.I.Kom, Tubagus Faisal Pratama Sandjadirja, S.I.Kom, M.I.Kom dan sembilan mahasiswa Rizqia Apiyati, Avi Nurhabibah, Grace Diana Sianipar, Salsabila Ramadanti Putri, Winda Wulansari, Muthia Nur Hasyim, Aditya Nur Rafly, Muhamad Roihan Zuhroh, Muhamad Khoirul Uman, serta diikuti oleh sekitar 30 anggota dan pengurus yayasan.

 

Perwakilan ketua pelaksana PKM, Fikran, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sivitas akademika UNPAM terhadap pentingnya membentuk masyarakat yang melek literasi media.

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Yayasan Roemah Tawon, Kota Tangerang. (Dok.)

“Selain sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini juga merupakan program berkelanjutan untuk menanamkan kesadaran literasi media agar masyarakat dapat mencegah penyebaran hoaks dan menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ujar Fikran.

 

Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Ibu Yaya, menceritakan pengalamannya pernah menjadi korban penipuan karena mempercayai sumber informasi yang tidak valid. Ia mengaku sempat memberikan data pribadinya kepada pihak yang mengaku dari BPJS.

 

Kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam ini diisi dengan penyampaian materi interaktif dan sesi tanya jawab. Di akhir acara, pemandu kegiatan berharap agar para anggota Roemah Tawon semakin cerdas, kritis, dan bijak dalam mengonsumsi informasi di era digital, serta memiliki kesadaran tinggi untuk selalu memeriksa kebenaran fakta melalui sumber yang terpercaya.

 

(Red*/Unp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *