TANGERANG jwgroupnews – Halaman Depan Kecamatan Mauk Jl. Raya Otto Iskandardinata Mauk Timur, Kec. Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten,mendadak riuh oleh semangat rukun persaudaraan antar pesilat.
Dengan menjunjung tinggi semangat kebersamaan, keluarga besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Mauk menggelar aksi berbagi takjil yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama pada Minggu (8/3/2026) Sore.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan simbol persatuan dari berbagai aliran bela diri. Halaman depan kecamatan tampak semarak dengan kehadiran enam perguruan besar yang berdiri sejajar dalam balutan seragam kebanggaan masing-masing menciptakan pemandangan warna-warni yang menyimbolkan persatuan.
“Barisan ini terdiri dari Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Pusat Madiun yang dipimpin oleh Ketua Ranting Mauk, Fajar Prasetyo, serta Perguruan (IKS) Kera Sakti, Tak ketinggalan, Semangat juang terpancar dari rombongan Cakra Buana Muda dan Perguruan Beksi di bawah pimpinan Sanwani,disusul oleh keteguhan Perguruan Terumbu Banten dan Perguruan (CP) Cempaka Putih. Meski berbeda aliran, sore itu mereka berdiri sejajar dengan satu tujuan berbagi kebahagiaan di bulan suci ramadhan.
Ketua IPSI Mauk, Abdul Ghofur, menekankan pentingnya peran pesilat dalam menjaga kedamaian wilayah. Beliau mengajak seluruh anggota untuk berkolaborasi menciptakan insan muda yang tidak hanya tangguh melestarikan budaya pencak silat, tetapi juga memiliki akhlak budi luhur, Kuat Ora Kuat Kudu Kuat.
“Kami ingin menjunjung tinggi keberagaman antar perguruan sehingga tercipta kondusifitas di lingkungan masyarakat wilayah Kecamatan Mauk. Pesilat harus menjadi teladan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, Aja Wedi Wani Bae,” ujarnya.
Fajar Prasetyo, Ketua PSHT Ranting Mauk (Pusat Madiun) juga ikut menyampaikan terima kasih kepada Ketua IPSI Mauk telah menjadi jembatan sinergi antar perguruan. menggerakkan seluruh anggota untuk berkolaborasi di lapangan ini adalah bukti nyata dari ajaran budi luhur yang mengutamakan persaudaraan di atas segalanya
“Semangat kolaboratif ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menginspirasi generasi muda Mauk untuk selalu menjaga kerukunan antar sesama,” ungkapnya.

Acara ini pun ditutup dengan doa bersama, memperkuat tekad bahwa di bawah naungan IPSI, semua perguruan adalah satu keluarga besar. Gema slogan khas IPSI, yang membakar semangat para pendekar.
“KUAT ORA KUAT KUDU KUAT!
AJA WEDI WANI BAE!”
(Red*/Man)




