KOTA DEPOK jwgroupnews – Seminar Jalan Persahabatan Untuk Perdamaian Moderasi Beragama Sebagai Aktualisasi Pemikiran Sang Guru Bangsa Membangun Peradaban digelar di Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat pada Senin (13/10/2025)
Acara dibuka dengan sambutan Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T. (Kepala Badan MBPSDM Kementerian Agama Republik Indonesia).

Acara dihadiri beberapa Tokoh dan Pejabat diantaranya, Sinta Nuriyah (Istri Alm Gusdur), Mangnguluang Mansyur (SEKDA Kota Depok), Alissa Wahid (Direktur Jaringan GUSDURian), Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., (Sekretaris Badan MBPSDM Kementerian Agama Republik Indonesia), Dr. Zastrouw Al Ngatawi (Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia), Prof. Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc., Ph.D. (Abdurrahman Wahid Centre for Peace and Humanities Universitas Indonesia – UI)
Dalam rangka memperingati terbitnya buku “Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian” yang merekam dialog antara KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Daisaku Ikeda (Presiden SOKA Gakkai Internasional)
Pameran Dialog Peradaban 2025, mengadakan seminar sebagai rangkaian kegiatan yang bertema: “Jalan Persahabatan Untuk Perdamaian – Moderasi Beragama Sebagai Aktualisasi Pemikiran Sang Guru Bangsa Membangun Peradaban”
Buku “Oase Gus Dur” karya Ahmad Zainul Hamdi, telah memberi pengetahuan yang mencerahkan dan menghanyutkan. Ia bicara tentang Gus Dur, salah seorang tokoh kemanusiaan besar abad ini. Dalam pandangan saya Gus Dur, salah seorang tokoh kemanusiaan abad ini. Dalam pandangan saya, Gus Dur adalah pemimpin negara sekaligus ulama yang Zahid (bersahaja) dengan gagasan – gagasan kemanusiaannya yang ‘genuine’ dan kebijaksanaannya yang melampaui zamannya.

Harapan kedepan Indonesia dapat mencontoh dan banyak belajar dari buku – buku Gus Dur karena ilmu yang diajarkan beliau masih relevan saat ini hingga Indonesia kedepan.
(Red*/Erw)




