KOTA TANGERANG jwgroupnews – Pemerhati Kebijakan Publik, Imam Suwandi, S.Sos.,M.I.Kom., melontarkan kritik tajam terhadap pengelolaan hibah pembangunan Pasar Anyer yang berasal dari Pemerintah Pusat senilai Rp132.621.441.185. Menurut Bung Imam, hibah fantastis tersebut harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang dan masyarakat Kota Tangerang, sesuai janji kampanye Walikota dan Wakil Walikota.
Meningkatkan Kesejahteraan Pedagang
Bung Imam menekankan bahwa pasar tradisional adalah denyut nadi ekonomi masyarakat Kota Tangerang. Ia mengingatkan bahwa hibah tersebut seharusnya digunakan untuk membangun sistem perdagangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. “Anggaran sebesar itu bukan untuk dibanggakan, tapi untuk dipertanggungjawabkan. Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton pembangunan yang tidak menyentuh kebutuhan kemudahan rakyat,” ujar Imam Suwandi yang juga sebagai Kabid Diklat dan Litbang Sekber Wartawan Indonesia (SWI).

Transparansi dalam Pemilihan Dirut
Dalam kritiknya, Imam juga menyoroti proses pemilihan Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang yang menurutnya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ia menolak keras praktik penunjukan berdasarkan kedekatan pribadi atau kepentingan partai politik. “Pasar bukan alat politik, tetapi sarana masyarakat Kota Tangerang mencari sembako. Walikota harus memilih Direktur Pasar yang punya kompetensi, dedikasi, inovasi, bukan sekadar pendukung tim sukses kampanye,” seperti yang dilontarkan Mendagri Tito Karnavian, tegasnya.

Pengelolaan Pasar yang Profesional
Pengamat Kebijakan Publik ini menambahkan bahwa selama ini Perumda Pasar kerap mengalami kerugian setiap tahun, yang menunjukkan lemahnya tata kelola dan visi bisnis. Menurutnya, sudah saatnya pasar dikelola oleh figur yang memahami dinamika perdagangan modern, digitalisasi, dan pemberdayaan UMKM. “Kita butuh Dirut yang bisa menjadikan pasar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat Tangerang, bukan membebani APBD Kota Tangerang,” katanya.
Ajakan kepada Masyarakat
Dosen Ilmu Komunikasi di salah satu PTN ini menutup pernyataannya dengan ajakan kepada masyarakat untuk ikut mengawasi proses pembangunan dan pemilihan pimpinan Perumda Pasar. “Masyarakat Kota Tangerang, konsumen, dan pedagang punya hak untuk tahu dan bersuara. Jangan biarkan Pasar Anyar dikelola tanpa arah dan bukan segelintir orang-orang di sekitar pemegang pimpinan daerah,” pungkasnya.
(Red*/Wid)




