JAKARTA jwgroupnews – PT Bank Ina Perdana Tbk (Bank INA) memaparkan capaian kinerja keuangan yang positif dalam agenda Public Expose tahun 2026 di The Grove Suite by Grand Aston, Jakarta. Maret 2026, total aset perseroan tercatat mencapai Rp. 31,30 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara yoy Menjadi Rp 25,04 triliun. Selain itu, Bank INA juga mencatatkan perbaikan pada struktur pendanaan dengan rasio CASA yang meningkat tajam ke level 40,07% dari periode tahun sebelumnya yang sebesar 37,48% ytd.
Penyaluran kredit Bank INA juga menunjukkan performa positif dengan realisasi sebesar Rp 14,78 triliun. Lonjakan tertinggi terjadi pada segmen Kredit Konsumsi yang tumbuh menjadi Rp 1,59 triliun, diikuti oleh Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja yang juga meningkat masing masing menjadi Rp 4,40 triliun dan Rp 8,79 triliun. Adapun rasio pinjaman terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) perseroan berada pada level yang baik yaitu 59,03% dan perseroan berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 52,98 miliar atau tumbuh sebesar 268% di 2026.
Direktur Utama Bank INA, Bapak Henry Koenaifi mengatakan, “Memasuki tahun 2026, Bank INA terus melangkah maju dengan optimisme tinggi untuk menjadi solusi perbankan sesuai kebutuhan para nasabah. Kami akan fokus menyempurnakan strategi Hybrid Banking karena kami yakin bahwa perpaduan antara layanan digital dan kehadiran kantor fisik yang mudah dijangkau adalah kunci untuk memberikan solusi keuangan yang aman, cepat, dan nyaman bagi seluruh segmen nasabah, mulai dari individu hingga korporasi.”
Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan solusi perbankan yang komprehensif, Bank INA terus mengembangkan berbagai produk dan layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan nasabah individu maupun bisnis. Bank INA menghadirkan Tabina Bisnis sebagai produk tabungan untuk mendukung pertumbuhan bisnis nasabah yang memberikan bunga kompetitif. Selain itu, Bank INA juga menyediakan fasilitas rekening giro untuk memudahkan transaksi bisnis dan kebutuhan operasional perusahaan. Bank INA juga menawarkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank INA dengan proses yang mudah dan cepat, didukung oleh kerja sama dengan berbagai developer rekanan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selain produk simpanan dan pembiayaan, Bank INA menyediakan solusi investasi seperti Rekening Dana Nasabah (RDN), investasi Surat Berharga Negara (SBN), produk Bancassurance, serta Rcksa Dana.
Sejalan dengan transformasi digital, Bank INA terus mengembangkan layanan melalui platform digital Binadigital. Inovasi tersebut antara lain menghadirkan Tabungan Digital, Pinjaman Digital, serta Investasi Emas. Binadigital yang memudahkan nasabah berinvestasi emas dengan Praktis hanya melalui aplikasi Binadigital. Bank INA juga mengembangkan API Binadigital untuk mendukung integrasi layanan keuangan dengan mitra bisnis, guna memberikan pengalaman perbankan yang lebih modern dan efisien bagi nasabah.
Untuk memperluas jangkauan layanan, hingga saat ini Bank INA didukung oleh total 58 jaringan kantor yang tersebar di seluruh Indonesia. Kedepannya, Bank INA akan terus fokus pada optimalisasi pertumbuhan bisnis yang selektif dan prudent, penguatan efisiensi operasional serta pertumbuhan kredit yang sehat. Dengan strategi tersebut, Bank INA optimis dapat memperkuat kinerja serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi nasabah dan seluruh pemangku kepentingan.

Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Bank INA dapat diakses melalui situs resmi Bank INA www.bankina.co.id dan layanan digital Binadigital di www binadigital.id
(Red*/Wat)




