KABUPATEN TANGERANG jwgroupnews – Aksi demo masyarakat yang menolak proyek PIK 2 berlangsung di perempatan Tugu Mauk di depan Koramil 09 Mauk, Tangerang, Banten pada Senin (10/11/2025) siang hampir terjadi kericuhan antar kedua kubu.

Ratusan massa pendemo yang membanjiri perempatan jalan utama arah Kecamatan Mauk itu awalnya orasi di depan pendukungnya terlihat konduaif dengan penjagaan dari jajaran Kepolisian dan TNI. Namun dari arah depan Kecamatan Mauk muncul massa yang menyatakan diri sebagai penduduk asli Mauk merasa keberatan dengan Demo yang digelar.
Kedua kubu sempat bersitegang dengan adu mulut dan lempar botol air mineral, namun percekcokan tersebut segera di halau oleh polisi yang berseragam sehingga tidak sampai terjadi bentrok antar pendukung.

“Kami berdemo disini sudah melakukan izin kepada pihak terkait dan apa yang kami lakukan ini dilindungi oleh undang-undang. Jika ada pihak lain yang ingin dibenturkan dengan kami ini sangat tidak layak,” suara lantang Abraham Samad dari atas mobil komando aksi.
Beberapa tokoh nasional turut memberikan orasi diatas mobil komando aksi yakni Abraham Samad, Said Didu, Pengacara Khozinudin, Alumni UI, Kholid Miqdar serta tokoh dari veteran pensiunan TNI yang juga hadir memberi dukungan.
“Saya ini hanya manusia yang merasakan penderitaan masyarakat yang menjadi korban oligarki. Saya asli warga pribumi yang ingin memperjuangkan masyarakat yang terdzalimi,” ujar Kholid Miqdar kepada Jurnalis
Pihak keamanan yang diturunkan untuk mengantisipasi demo ini dari Polresta Tangerang dipimpin langsung Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M Indra Waspada A., didukung peraonil dari Polsek Mauk yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Mauk AKP. Subarjo.
“Saya menurunkan 500 personil yang terdiri dari 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Pengendali Massa (Dalmas) Polda Banten. Karena ada dua kegiatan yakni demo dan Istighosah yang dilaksanakan oleh Kecamatan,” ungkap Kapolresta Tangerang kepada Jurnalis.
Dukungan keamanan tidak hanya dari kepolisian namun juga dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0510/Tigaraksa yang langsung di komando olah Letkol Inf. Yudho Setyono beserta jajaran Koramil Mauk.
Selain aksi berupa penyampaian pendapat (orasi) yang disampaikan oleh tokoh masyarakat. Juga ada aksi teatrikal berupa penyembelihan hewan berupa beberapa bebek dan pembakaran miniatur naga.

“Aksi pembakaran miniatur (seni instalasi) naga ini adalah simbol perlawanan masyarakat terkait oligarki PIK 2 yang telah merugikan masyarakat nelayan, petani di wilayah sekitar PIK 2, saya berharap Presiden Prabowo mengerti simbol dan harapan masyarakat,” teriak demonstran.
(Red*/Ims)




